Menuju Paradigma Sosiologi Terpadu

Karya Thomas Kuhn  The Structure of Scientific Revolution (1962, 1970) telah mencetuskan aktivitas di berbagai disiplin ilmu. Contohnya karya Friedrich (1970), Effrat (1972), Eisenstadt dan Curelaru (1976) dan karya George Ritzer sendiri (1975) dimana Ritzer menyimpulkan sosiologi sebagai ilmu yang berparadigma banyak. Sebagian besar orang yang menganalisa status sosiologi dewasa ini sependapat dengan kesimpulan Ritzer.
   
Untuk menanggulangi masalah di tingkat paradigma, Ritzer mencoba mencipatakan suatu exemplar paradigma terpadu. Untuk itu ia mengajukan model yang diharapkannya akan menarik perhatian sosiolog yang tak menyukai paradigma sosiologi yang kini ada.
   
Ide kuncinya disini ialah tingkat realitas sosial. Ini bukan berarti bahwa realitas sosial benar-benar terbagi dalam beberapa tingkatan. Dalam kenyataanm realitas sosial paling cepat dipandang sebagai kesatuan sosial yang berskala luas yang mengalami perubahan secara terus menerus. Untuk menerangkan kompleksitas yang sangat luas ini, sosiolog harus melakukan abstraksi dalam berbagai tingkatan kepentingan analisa secara sosiologis. Jadi tingkatan tersebut lebih merupakan suatu kontrak sosiologis dari pada sebagai gambaran keadaan sebenarnya yang ada dalam masyarakat.
   
Tingkatan realitas sosial dapat diperoleh dari interrelasi dua dasar kontinum sosial, yakni maskroskopik-mikroskopik dan obyektif-subyektif. Dimensi makroskopik-mikroskopik berkaitan dengan ukuran besarnya fenomena sosial, mulai dari kehidupan masyarakat sebagai suatu keseluruhan sampai kepada tindakan sosial. Sedangkan kontinum obyektif-subyektif, mengacu pada persoalan apakah fenomena sosial berupa barang suat yang nyata-nyata ada dan berujud material (seperti birokrasi dan pola-pola interaksi sosial) ataukah berupa barang sesuat yang adanya hanya di dalam alam ide dan didalam pengetahuan saja (seperti norma-norma dan nilai-nilai)

Sosiologi adalah ilmu yang berparadigma banyak. Dalam bab ini Ritzer menguraikan pandangannya tentang status dan perluasan ide-ide yang dikumukakannya dalam karyanya terdahulu. Sasaran utama nya adalah menciptakan paradigma yang lebih terpadu. Untuk maksud itu ia telah membahas karya-karya sosiolog terkemuka yang telah mengetengahkan petunjuk bermanfaat dalam hal ini. Meskipun tak satupun dari karya itu yang sama sekali memadai, tetapi ternyata sudah banyak sosiolog yang telah mempunyai pengertian tentang pendekatan terpadu itu. Berdasarkan karya mereka itu Ritzer menawarkan garis besar exemplar bagi paradigma terpadu.

1 comments:

Post a Comment